Tiga tipe ketaatan kepada Tuhan

  1. Takut
    Banyak orang percaya yang taat kepada Tuhan didasarkan kepada rasa takut akan konsekwensi dari dosa itu sendiri. Pada perjanjian lama sering kali kita menemukan kata kata “Takut akan TUHAN”, saya tidak menganggap ini sebagai sesuatu yang salah, Takut akan TUHAN itu baik, tetapi harus kepada rasa takut yang “sehat” dan bukan semata mata karena takut  kepada konsekwensi dari dosa. “Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan;  sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.” (1 Yohanes 4:18). Analoginya misalnya kita punya seorang pacar dan bagaimana perasaan kita jika sang pacar hanya mengasihi kita semata mata hanya karena dia takut karena kita sering marah kepadanya (misalnya: kita akan mulai memukulinya jika ia tidak memenuhi permintaan kita) tidak akan ada hubungan yang sehat jika dibangun karena satu pihak merasa takut kepada pihak lain.
  2. Obligasi
    Obligasi disini berarti kita taat kepada Tuhan karena itu adalah sebuah keharusan sebagaimana yang Tuhan perintahkan kepada kita didalam firman-Nya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan ketaatan yang satu ini, namun sekali lagi ini bukanlah suatu dasar kuat untuk membangun suatu hubungan yang intim dengan Tuhan. Hal ini dapat diibaratkan dengan dua orang yang sama sama bekerja di ladang Tuhan, yang seorang bekerja karena ia merasa bertanggungjawab atas pekerjaannya, sedangkan yang lainnya bekerja karena ia mengasihi Tuannya. apa bedanya? toh keduanya bekerja dengan baik dan sama sama membuahkan hasil. Bedanya terdapat pada tingkat sukacitanya dalam melayani. yang seorang bekerja dengan sukacita yang penuh, karena dia ingin menyenangkan hati Tuannya, sedangkan yang lain bekerja hanya karena dia merasa bertanggungjawab atas pekerjaannya.
  3. Kasih
    Kasih kepada Tuhan adalah satu satunya dasar yang paling kuat untuk hidup taat kepada Tuhan. Bagaimana kita dapat mengasihi Tuhan? dengan menyadari bahwa Ia lebih dahulu mengasihi kita. “Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita”. (1 Yohanes 4:19). Sudah merupakan kerinduan setiap orang kristen untuk memiliki hubungan yang intim dengan Juruselamat mereka Tuhan Yesus Kristus. Bagaimana caranya? kita harus mengenalNya dan mengetahui seberapa besar dan sempurnanya KasihNya kepada kita, dan gunakan itu sebagai kekuatan untuk mengasihiNya kembali. Bagaimana cara mengetahui sebesar apa kasihNya kepada kita? dengan cara membaca FirmanNya setiap hari.

sumber:  Jaeson-Ma’s Sermon “Affection based obedience”

About these ads
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: